|
|

Sekilas tentang Pulau Lombok.
Lombok (penduduk pada tahun 1990: 2.403.025) adalah sebuah pulau di kepulauan Sunda Kecil atau Nusa Tenggara yang terpisahkan oleh Selat Lombok dari Bali di sebelat barat dan Selat Alas di sebelah timur dari Sumbawa. Pulau ini kurang lebih bulat bentuknya dengan semacam ekor di sisi barat daya yang panjangnya kurang lebih 70 km. Pulau ini luasnya adalah 4.725 km² (sedikit lebih kecil daripada Bali). Kota utama di pulau ini adalah Kota Mataram
Bahasa Sasak dipakai oleh masyarakat Pulau Lombok, propinsi Nusa Tenggara Barat. Bahasa ini mempunyai gradasi sebagaimana Bahasa Bali dan Bahasa Jawa. Bahasa Sasak mirip dan serumpun dengan Bahasa Bali.
Bahasa Sasak mempunyai dialek-dialek yang berbeda menurut wilayah, bahkan dialek di kawasan Lombok Timur kerap sukar dipahami oleh para penutur Sasak lainnya.
Taman Nasional Gunung Rinjani
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bermarkas di New York,
menetapkan tahun 2002 sebagai tahun Ekowisata, Gunung Berapi
Internasional, dan Warisan Budaya. Tema utama yang diusung itu terasa
tepat di tengah maraknya kerusakan lingkungan, yang berakibat buruk
bagi kehidupan manusia.
Di Indonesia, Presiden Megawati meresponnya dengan Pencanangan Tahun
Ekowisata 2002, yang peresmiannya dilaksanakan di Puncak Selo,
Kabupaten Boyolali, tepatnya di celah Gunung Merapi-Merbabu. Gerakan
nasional ini mencerminkan kepedulian dunia pariwisata terhadap
kelestarian lingkungan.
Secara sederhana, ecotourism atau sering disebut ekowisata merupakan
sebuah produk pariwisata yang memanfaatkan aset alam dan lingkungan
secara arif dan bijaksana.
Keindahan Laut Gili Trawangan
Merupakan kelompok dari tiga buah pulau kecil di Lombok Barat bagian Utara. Sangat cocok untuk snorkeling, scuba diving dan fishing, terdapat hamparan karang laut, pasir pantai putih dan taman laut.
Karang biru yang hanya ditemukan di dua tempat dunia, selain di laut Karibia juga dapat dilihat dan dijumpai di antara Gili Meno dan Gili Air.
Gili Trawangan dengan luas sekitar 338 hektare baru dikembangkan menjadi obyek wisata pada era 1980-an dan mengandalkan wisata bahari dengan pantai dan taman bawah laut yang sangat indah .
.
Di Gili Trawangan (begitu juga di dua gili yang lain), tidak terdapat
kendaraan bermotor, karena tidak diizinkan oleh aturan lokal.
Sarana transportasi yang lazim adalah sepeda (disewakan oleh
masyarakat setempat untuk para wisatawan) dan cidomo, kereta kuda
sederhana yang umum dijumpai di Lombok. Untuk bepergian ke dan dari
ketiga gili itu, penduduk biasanya menggunakan kapal bermotor dan
speedboat. |
|